oleh

5 Mahasiwa Unissula Ciptakan Gelang Shalat Berjamaah Untuk Tuna Rungu

Lima mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menciptakan gelang shalat berjamaah untuk penyandang tuna rungu. Gelang tersebut diberi nama GGS.

GGS adalah singkatan dari Gelang Gerakan Shalat yang di kembangkan semenjak 4 bulan kemarin. Gelang ini ada dua type yakni untuk imam serta makmum. Alat dapat menjumpai gerak imam serta pancarkan tanda ke gelang makmum yang lalu dikonversi jadi getaran.

Pembuatnya yakni Aisyah Ardani serta Wa Ode Anastasya Dari Fakultas Agama Islam, bersama dengan Muqtafa Amirul Wildan, Cahrudin, serta Ufi Najib dari Fakultas Tehnologi Industri. Mereka bekerjasama dari sisi pengetahuan agama dan teknologinya.

Aisyah menyampaikan awalannya mereka lakukan penelitian ke penyandang disabilitas. Gadis berkursi roda itu lalu temukan kesusahan rekanan tuna rungunya yang merintih waktu Shalat berjamaah.

“Kami tanya-tanya kesusahan dalam kehidupan keseharian. Nyatanya diantaranya masalah shalat, itu buat inspirasi,” kata Aisyah di kantor Gubernur Jateng, Rabu (19/9/2018).

Baca juga : Program Ridwan Kamil Revitalisasi Kalimalang di Bekasi Tuntas Dalam Satu Tahun Kedepan

Inspirasi itu lalu diikutkan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) ke Kemenristekdikti sampai pada akhirnya sampai di Minggu Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

“Ini membuatnya dari sejak inspirasi itu seputar 4 bulan,” tutur gadis yang hafiz Al Quran itu.

Wildan memberikan, GGS masih tetap selalu di kembangkan sebab getaran yang dikasihkan masih tetap sama untuk semua pergerakan shalat. Diluar itu ukuran juga masih tetap memiliki ukuran besar.

“Ini masih tetap selalu di kembangkan. Ukurannya kelak diinginkan dapat sekecil ini,” kata Wildan sekalian tunjukkan arlojinya.

GGS nyatanya banyak tanggapan baik ditambah lagi sesudah diuji-coba ke penyandang tuna rungu. Mereka akan turut pertemuan internasional di Malaysia dengan membawa GGS. Tidak hanya mendapatkan support dari Kampus, Aisyah nyatanya coba-coba iseng me-mention account twitter Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk minta pertolongan.

Curahan hati Aisyah nyatanya disikapi Ganjar. Mereka lalu hadir menjumpai Ganjar didampingi pembimbing Moh Farhan serta wakil rektor Unissula Muhammad Qomaruddin. Dalam pertemuan itu Ganjar mengapresiasi serta turut menggunakan GGS untuk demonstrasi.

“Dia paparan bagus, idenya bagus, butuh kita buatkan ruangan. Barusan ada dari Bapeda hadir, ada pameran pengembangan, dapat turut di seminar, peningkatan. Ya selebihnya kita menyumbang,” kata Ganjar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 comments

News Feed