oleh

Gerakan Kilat, KPK Bidik Dirut PLN Sofyan Basir..Mantaaab

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemungkinan akan menangkap terduga lainnya dalam masalah pendapat suap persetujuan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1, salah satunya ialah Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir.

“Lalu apa keturut sertaan beberapa orang lainnya di pihak PLN termasuk juga dirutnya (Sofyan Basir) untuk hal seperti ini belum menemukan dua alat bukti, masih  selalu di kembangkan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/8).

Basaria menyampaikan dalam mengatasi masalah, pihaknya tetap melakukan peningkatan untuk menangkap pihak lainnya yang bertanggung jawab secara pidana. Penetapan terduga bekas Menteri Sosial Idrus Marham, kata Basaria, adalah peningkatan masalah pendapat suap project PLTU Riau-1.

Masalah pendapat suap project PLTU Riau-1 bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada bekas Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih serta pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo, pada 13 Juli 2018.

“Tiap-tiap masalah yang kami pegang tetap ada pengembangan-pengembangan serta tetap ada peluang penetapan terduga lainnya, tetapi kelak akan kami lihat peningkatan masalah oleh team,” katanya.

Baca juga :

Wooowww Idrus Marham, Menteri Pertama Jokowi Jadi Tersangka di KPK

 

Nama Sofyan Basir muncul sesudah Eni Saragih serta Kotjo diamankan team pengusutan KPK pada 13 Juli 2018. Penyidik KPK bahkan langsung memeriksa rumah pribadi Sofyan satu hari sesudah Eni Saragih serta Kotjo diputuskan menjadi terduga suap.

Penyidik KPK juga memeriksa ruangan kerja Sofyan Basir di Kantor Pusat PLN. Sofyan sendiri sudah 2x dicheck menjadi saksi untuk terduga Eni Saragih serta Kotjo. Penyidik instansi antirasuah juga sudah mengambil alih telephone genggam Sofyan.

Sofyan dicheck pertama-tama pada 20 Juli 2018. Selesai dicheck, Sofyan mengakui kenal Eni Saragih serta Kotjo. Ia juga mengakui seringkali bermain golf bersama dengan Idrus, tapi menyanggah pemberian uang yang dikerjakan Kotjo pada Eni Saragih.

KPK lalu kembali mengecek Sofyan Basir menjadi saksi pada 7 Agustus kemarin. Pada pemeriksaan kali itu, penyidik KPK juga memahami pendapat pertemuan yang dikerjakan Sofyan dengan Eni Saragih serta Kotjo.

Dalam masalah pendapat suap project PLTU Riau-1 ini, KPK sudah menangkap tiga orang menjadi terduga. Mereka salah satunya Eni Saragih, Kotjo, serta yang paling baru Idrus Marham. Eni Saragih serta Idrus disangka berbarengan terima hadiah atau janji dari Kotjo berkaitan project sejumlah US$900 juta itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed