oleh

Ada AUTP, Kini Petani Padi Tidak Lagi Khawatir Gagal Panen

Untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi nasional, sektor pertanian menjadi salah satu sektor prioritas Kabinet Kerja yang dipimpin Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Untuk itu salah satunya ialah menerbitkan kebijakan strategis pada sektor pertanian yaitu Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)

Hal tersebut pun cocok dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013mengenai Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, terutama Pasal 37 Ayat 1, yang sudah dilaksanakan pemerintah semenjak 2015.

Bunyi pasal dan ayat tersebut ialah pemerintah dan pemerintah wilayah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban mengayomi usaha tani yangdilaksanakan oleh petani dalam format asuransi pertanian.

AUTP diharapkan dapat menjadi angin segar yang memberi optimistis besaruntuk para petani padi, guna tidak fobia lagi menghadapi risiko kegagalan panen.

Adapun risiko kegagalan panen yang dipastikan AUTP mencakup bencana alam laksana banjir dan kekeringan, serangan hama dan organisme penganggutanaman (OPT), dan akibat perubahann cuaca atau iklim.

“Petani yang mengasuransikan tumbuhan padinya tidak akan lagi tergantung pada tengkulak. Dengan itu, kesejahteraan dapat tercapai dan produktivitas pertanian bakal meningkat,” ujar Andi Amran selaku Menteri Pertanian kepada Kompas.com, Kamis (22/9/2016).

Untuk dapat memperoleh garansi dari beragam risiko tidak berhasil  panen, petani padi lumayan mendaftarkan lahan sawahnya ke dalam AUTP. Petani dapat melakukan pencatatan AUTP sangat lambat satu bulan sebelum musim tanam dimulai.

Petani melulu perlu menunaikan 20 persen atau senilai Rp 36.000 per 1 hektar (ha), dari total premi Rp 180.000. Sementara, sisanya Rp 144.000 atau 80 persen dari total premi Rp 180.000 ribu per ha bakal dibayarkan oleh pemerintah melewati subsidi.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, realisasi AUTP sekitar 2015-2018 menjangkau 2,5 juta hektar (ha). Nilai klaim kerugian dampak gagal panen menjangkau 53.340 ha.

Dengan mengekor AUTP, minimal ada lima guna yang dapat diperoleh petani padi. Pertama yakni mengayomi petani dari segi finansial terhadap kerugian dampak gagal panen.

Kedua, mendongkrak posisi petani di mata lembaga pembiayaan guna mendapatkan kredit petani. Ketiga menstabilkan penghasilan petani sebab adanya tanggungan kerugian dari perusahaan asuransi saat terjadi kerugiandampak gagal panen.

Kemudian keempat, menambah produksi dan produktivitas sektor pertanian dengan mengekor tata teknik bercocok tanam yang baik sebagai prasyaratmengekor asuransi pertanian.

Terakhir adalahsalah satu teknik mengedukasi petani guna bercocok tanam secara baik sebagai salah satu prasyarat mengekor asuransi pertanian.

Dengan demikian, garansi perlindungan ganti rugi tidak berhasil  panen,diinginkan dapat menciptakan petani padi di Indonesia maju dan sejahtera.

Baca juga : Bisnis Jastip Ternyata Hasilnya Menggiurkan Lho

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

21 comments

  1. Thanks on your marvelous posting! I actually
    enjoyed reading it, you could be a great author.
    I will always bookmark your blog and may come back sometime soon. I want to encourage yourself to continue your great job, have a nice
    afternoon!

  2. I’m really loving the theme/design of your web site. Do you ever run into any web browser compatibility issues?
    A small number of my blog visitors have complained about my website not
    working correctly in Explorer but looks great in Opera.
    Do you have any tips to help fix this problem?

  3. When I originally commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox and now each time a comment is added I get three emails with the same comment.
    Is there any way you can remove people from that service?
    Bless you!

  4. I think everything published made a bunch of sense.
    However, what about this? what if you added a little information? I am not suggesting your content is not good, however suppose you added something that makes people desire more?
    I mean Ada AUTP, Kini Petani Padi Tidak Lagi Khawatir Gagal Panen –
    ADIASINDO is kinda vanilla. You could glance at Yahoo’s front page and see how they write article titles to grab
    people interested. You might try adding a video or a pic or two to get people
    interested about what you’ve written. In my opinion, it could bring your website a little
    livelier.

  5. First of all I want to say excellent blog! I had a quick question in which I’d like to ask if you don’t mind.

    I was interested to find out how you center yourself
    and clear your head before writing. I have had trouble clearing my thoughts in getting my thoughts out there.
    I do take pleasure in writing however it just seems like the
    first 10 to 15 minutes tend to be lost simply just trying
    to figure out how to begin. Any suggestions or
    tips? Many thanks!

  6. My developer is trying to convince me to move to .net from PHP.
    I have always disliked the idea because of the
    costs. But he’s tryiong none the less. I’ve been using Movable-type on a number of websites for about a year and am worried about switching
    to another platform. I have heard very good things about blogengine.net.
    Is there a way I can import all my wordpress content into
    it? Any help would be really appreciated!

  7. Hey! I know this is kind of off topic but I was wondering if you knew where I
    could find a captcha plugin for my comment form?

    I’m using the same blog platform as yours and I’m having difficulty
    finding one? Thanks a lot!

  8. I have been exploring for a bit for any high-quality articles or blog posts in this kind of
    house . Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this site.
    Studying this info So i am satisfied to convey that I have
    a very excellent uncanny feeling I discovered exactly what I needed.
    I so much indubitably will make sure to don?t overlook this
    web site and provides it a look on a relentless basis.